Street Food Malang dengan Menu Kekinian ala Korea dan Jepang

Table of Contents
Jajananmalang.info - Kota Malang memang selalu punya daya tarik tersendiri bagi para pencinta kuliner. Selain dikenal dengan suasana kotanya yang sejuk dan ramah mahasiswa, Malang juga menyuguhkan ragam street food yang semakin berkembang. Jika dulu jajanan kaki lima lebih identik dengan bakso, sate, atau gorengan, kini tren kuliner di Malang mulai bergeser ke arah yang lebih modern. Salah satu yang sedang naik daun adalah street food dengan menu kekinian ala Korea dan Jepang.


Fenomena ini tidak lepas dari pengaruh budaya populer, terutama drama Korea, musik K-Pop, serta anime Jepang yang sangat digemari anak muda. Dari situlah, minat terhadap kuliner khas dua negara tersebut meningkat, dan para pelaku usaha kuliner di Malang pun cepat beradaptasi. Tidak mengherankan jika di sekitar kampus, alun-alun, hingga area wisata, banyak ditemukan jajanan jalanan dengan sentuhan rasa Korea dan Jepang.

Street Food Korea di Malang

Menu khas Korea yang paling populer tentu saja tteokbokki. Hidangan berupa kue beras kenyal dengan saus pedas manis ini menjadi favorit mahasiswa maupun wisatawan. Di Malang, tteokbokki sering dijual dalam porsi kecil dengan harga ramah kantong, sehingga bisa dinikmati siapa saja.

Selain itu, ada juga corndog ala Korea yang kini semakin bervariasi. Jika dulu hanya berisi sosis atau keju, kini corndog di Malang sudah hadir dengan topping unik seperti saus bulgogi, saus gochujang, hingga taburan ramen crispy. Bentuknya yang praktis dan mudah dibawa sambil jalan menjadikan corndog sebagai jajanan yang laris di malam hari.

Tak ketinggalan, kimbap atau nasi gulung ala Korea juga sering dijual di lapak-lapak street food. Dengan harga terjangkau, kimbap isi telur, sayuran, hingga tuna menjadi alternatif makanan cepat saji yang sehat sekaligus mengenyangkan.

Street Food Jepang di Malang

Tidak kalah populer, menu Jepang juga mendominasi jajanan kekinian di Malang. Salah satu yang banyak dijumpai adalah takoyaki, bola adonan gurih berisi potongan gurita atau daging lain yang dimasak dalam cetakan bulat. Ditambah saus khas dan taburan katsuobushi, takoyaki menjadi jajanan ringan yang digemari berbagai kalangan.

Selain takoyaki, ada juga okonomiyaki, yaitu pancake gurih ala Jepang yang dipenuhi campuran kol, telur, daging, hingga mayones khas Jepang. Ukurannya yang cukup besar menjadikannya pilihan tepat untuk disantap bersama teman.

Yang juga tidak boleh dilupakan adalah ramen instan dengan topping variatif. Banyak gerai street food di Malang yang menawarkan ramen versi praktis, lengkap dengan telur setengah matang, potongan ayam, hingga kuah miso atau shoyu sederhana. Meski bukan ramen otentik restoran, versi street food ini tetap memberikan sensasi khas Jepang dengan harga ramah di kantong mahasiswa.

Suasana Street Food Malang yang Kekinian

Selain menonjolkan menu, daya tarik street food di Malang juga ada pada suasana dan konsepnya. Banyak pedagang yang mendesain lapak mereka dengan nuansa Korea atau Jepang, mulai dari dekorasi lampion, poster drama populer, hingga playlist musik K-Pop dan J-Pop. Hal ini membuat pengunjung tidak hanya makan, tetapi juga merasakan pengalaman unik seolah-olah berada langsung di Seoul atau Tokyo.

Area sekitar kampus Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, hingga Alun-Alun Kota Malang menjadi titik favorit untuk berburu jajanan ini. Pada malam hari, suasananya semakin ramai karena banyak pengunjung yang nongkrong sambil menikmati makanan ringan.

Daya Tarik Bagi Wisatawan

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Malang, mencoba street food ala Korea dan Jepang bisa menjadi pengalaman seru. Selain mencicipi hidangan khas lokal seperti bakso Malang atau rawon, mereka juga bisa menikmati ragam kuliner internasional dengan sentuhan kekinian. Hal ini membuat wisata kuliner di Malang semakin lengkap dan variatif.

Tidak jarang, pedagang street food juga menawarkan menu fusion, yaitu perpaduan rasa lokal dengan gaya Korea atau Jepang. Contohnya, mie instan khas Malang yang disajikan dengan saus pedas ala gochujang, atau tempe goreng yang dikreasikan seperti katsu. Inovasi ini menambah daya tarik tersendiri bagi pencinta kuliner.

Penutup

Street food Malang terus berkembang mengikuti tren kuliner dunia. Kehadiran menu kekinian ala Korea dan Jepang membuat suasana kuliner kota ini semakin semarak dan menarik. Dengan harga terjangkau, suasana ramai, serta rasa yang lezat, street food di Malang berhasil menjadi pilihan favorit tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga wisatawan yang ingin merasakan pengalaman kuliner berbeda. Jadi, jika Anda berkunjung ke Malang, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi street food Korea dan Jepang yang sedang hits ini.