Street Food Malang dengan Rasa Autentik dan Harga Terjangkau
Mengapa Street Food Malang Begitu Populer?
Street food di Malang punya ciri khas yang berbeda dibanding
kota lain. Pertama, banyak pedagang yang sudah berjualan turun-temurun sehingga
cita rasa masakan tetap terjaga. Kedua, bahan-bahan yang digunakan biasanya
masih segar karena Malang dikelilingi daerah penghasil sayuran, buah, dan
rempah. Selain itu, harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau, mulai dari
Rp5.000 hingga Rp20.000 saja sudah bisa menikmati makanan mengenyangkan.
Bagi mahasiswa, pekerja kantoran, maupun wisatawan, street
food Malang menjadi pilihan tepat untuk makan enak tanpa harus menguras dompet.
Tidak heran jika setiap malam, kawasan alun-alun, jalan Ijen, hingga depan
kampus-kampus dipenuhi gerobak makanan dan pembeli yang rela antre panjang.
Aneka Street Food Autentik Khas Malang
Berikut beberapa jenis street food di Malang yang terkenal
dengan rasa autentik serta harga murahnya:
1. Cwie Mie Malang
Cwie mie merupakan salah satu ikon kuliner Malang. Mie tipis
dengan topping ayam cincang berbumbu ini disajikan bersama pangsit goreng
renyah dan sayuran segar. Tekstur mienya lembut, sedangkan kuahnya ringan namun
gurih. Harga seporsi cwie mie di pedagang kaki lima biasanya hanya sekitar
Rp10.000–Rp15.000. Rasanya otentik dan cocok disantap kapan saja, terutama di
malam hari.
2. Bakso Malang
Siapa yang tidak kenal bakso Malang? Hidangan bakso dengan
variasi isi seperti bakso urat, bakso halus, bakso goreng, hingga siomay rebus
ini sudah terkenal di seluruh Indonesia. Di kota asalnya, harga semangkuk bakso
bisa mulai dari Rp8.000 saja. Kuah kaldu sapi yang gurih ditambah sambal pedas
membuatnya semakin nikmat.
3. Sate Ceker dan Sate Usus
Sate ceker ayam dengan bumbu pedas manis khas Malang juga
menjadi favorit para pecinta street food. Dijual di pinggir jalan dengan harga
Rp2.000–Rp3.000 per tusuk, sate ini pas disantap sebagai camilan malam. Tekstur
cekernya empuk dengan balutan bumbu khas yang meresap hingga ke dalam.
Biasanya, sate ini disantap bersama nasi putih hangat atau lontong.
4. Angsle dan Ronde
Untuk menghangatkan badan di malam yang dingin, minuman
hangat seperti angsle dan ronde menjadi pilihan tepat. Angsle berisi kacang
hijau, mutiara, roti tawar, kacang tanah sangrai, serta kuah jahe manis.
Sementara ronde terdiri dari bola ketan isi kacang yang disajikan dengan kuah
jahe. Harganya pun sangat terjangkau, hanya sekitar Rp7.000–Rp10.000 per
mangkuk.
5. Tahu Telur dan Tahu Campur
Street food lain yang wajib dicoba adalah tahu telur dan
tahu campur. Tahu goreng yang dipadukan dengan telur dadar, tauge, kentang,
serta bumbu kacang ini punya rasa gurih dan manis yang pas. Dengan harga
sekitar Rp12.000, sudah bisa membuat perut kenyang.
6. Jagung Bakar Malam Hari
Di sepanjang jalan utama Malang, terutama dekat Alun-Alun
dan kawasan Batu, banyak penjual jagung bakar yang menawarkan aneka rasa:
manis, pedas, asin, hingga keju. Dengan harga Rp7.000–Rp12.000, camilan ini
cocok menemani nongkrong malam bersama teman.
Kawasan Populer Street Food di Malang
Beberapa kawasan di Malang terkenal sebagai pusat street
food yang selalu ramai dikunjungi:
- Alun-Alun
Malang
Kawasan ini tidak hanya jadi tempat bersantai, tetapi juga surganya kuliner malam. Mulai dari bakso, sate, angsle, hingga jagung bakar bisa ditemukan dengan mudah. - Jalan
Ijen
Jalan yang terkenal dengan suasana rindang ini juga dipenuhi pedagang kaki lima di malam hari. Banyak anak muda berkumpul sambil menikmati makanan ringan. - Depan
Kampus Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang
Karena banyak mahasiswa, kawasan ini dipenuhi warung tenda dan gerobak yang menawarkan makanan murah meriah, mulai dari nasi goreng, mie ayam, hingga sate taichan. - Pasar
Malam dan Pasar Senggol
Di beberapa titik kota, pasar malam menjadi lokasi kuliner populer. Selain jajanan tradisional, ada juga minuman kekinian yang harganya tetap bersahabat.
Tips Menikmati Street Food di Malang
Agar pengalaman wisata kuliner Anda semakin menyenangkan,
berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
- Datang
Malam Hari – Street food Malang biasanya mulai buka sore hingga larut
malam. Suasana dingin kota Malang juga semakin pas untuk menikmati makanan
hangat.
- Siapkan
Uang Tunai Kecil – Sebagian besar pedagang belum menyediakan
pembayaran digital, jadi uang receh sangat berguna.
- Coba
Berbagai Menu – Jangan hanya mencoba satu jenis makanan. Malang punya
ratusan pilihan jajanan dengan rasa khas.
- Cari
Pedagang Ramai – Pedagang yang ramai biasanya menandakan rasa makanan
enak dan terjamin kebersihannya.
- Datang
Bersama Teman – Street food lebih seru jika disantap bersama keluarga
atau teman agar bisa saling mencicipi berbagai menu.
Penutup
Street food Malang tidak hanya sekadar makanan murah meriah,
tetapi juga representasi dari budaya kuliner masyarakat setempat. Rasa autentik
yang diwariskan turun-temurun, porsi yang pas, serta harga yang terjangkau
menjadikannya daya tarik utama. Baik wisatawan maupun warga lokal, semua bisa
menikmati kelezatan kuliner jalanan tanpa harus khawatir dengan isi dompet.
Jika Anda berkunjung ke Malang, jangan lewatkan kesempatan
untuk menjelajahi street food di berbagai sudut kota. Dari cwie mie, bakso,
sate ceker, hingga angsle hangat, semua bisa memanjakan lidah Anda. Dengan
begitu, perjalanan ke Malang tidak hanya meninggalkan kenangan indah akan
wisata alamnya, tetapi juga pengalaman kuliner yang sulit dilupakan.

