Street Food Malang dengan Sate dan Gorengan Lezat

Table of Contents
Jajananmalang.info - Kota Malang tidak hanya terkenal dengan keindahan alam dan destinasi wisatanya, tetapi juga dengan ragam kuliner jalanan yang menggugah selera. Street food di Malang menghadirkan berbagai cita rasa khas yang dapat dinikmati siapa saja, mulai dari pelajar, pekerja kantoran, hingga wisatawan. Dari sekian banyak pilihan makanan kaki lima, sate dan gorengan menjadi dua menu favorit yang tidak pernah sepi peminat. Perpaduan rasa gurih, manis, dan sedikit pedas membuat makanan ini selalu dicari di setiap sudut kota.





Sate Malang: Nikmat dalam Setusuk

Sate merupakan salah satu ikon street food di Indonesia, termasuk di Malang. Bedanya, sate di Malang hadir dengan variasi unik yang membuatnya berbeda dari kota lain. Anda bisa menemukan sate ayam, sate kambing, hingga sate usus yang dijual di gerobak sederhana. Proses pembakarannya menggunakan arang membuat aroma sate semakin menggoda dan menambah selera makan.

Ciri khas sate Malang terletak pada bumbunya. Jika di daerah lain banyak menggunakan bumbu kacang yang kental, di Malang Anda juga akan menemukan bumbu kecap manis dengan taburan bawang merah dan cabai rawit yang segar. Rasanya sederhana, tetapi sangat memanjakan lidah. Bahkan, beberapa pedagang menambahkan lontong atau nasi hangat sebagai pelengkap, sehingga semakin pas untuk disantap saat malam hari yang dingin khas Malang.

Harga sate di Malang pun relatif terjangkau. Dengan Rp10.000–Rp20.000, Anda sudah bisa menikmati satu porsi sate lengkap. Tidak heran jika makanan ini menjadi pilihan utama mahasiswa dan pekerja yang ingin makan enak tanpa perlu merogoh kocek terlalu dalam.

Gorengan Malang: Camilan yang Selalu Bikin Rindu

Selain sate, gorengan adalah street food legendaris yang tidak pernah absen di Malang. Hampir di setiap sudut jalan, Anda bisa menemukan penjual gorengan dengan beragam pilihan, seperti tahu isi, tempe mendoan, bakwan sayur, pisang goreng, hingga cireng.

Gorengan khas Malang memiliki ciri khas tersendiri, terutama pada bakwan sayurnya. Bakwan di kota ini dibuat dengan campuran wortel, kol, dan tauge yang digoreng hingga renyah berwarna keemasan. Rasanya gurih dengan tekstur yang pas, apalagi bila disantap dengan cabai rawit hijau segar. Sederhana, tetapi sulit untuk berhenti hanya pada satu buah.

Pisang goreng Malang juga tak kalah populer. Ada yang dibalut tepung renyah, ada pula yang dilapisi dengan keju, cokelat, atau susu kental manis. Inovasi ini membuat gorengan semakin menarik, terutama bagi anak muda yang gemar nongkrong di malam hari. Harga yang murah meriah—sekitar Rp1.000–Rp2.000 per buah—membuat gorengan menjadi camilan favorit semua kalangan.


Suasana Street Food Malang

Menikmati sate dan gorengan di Malang bukan hanya soal rasa, tetapi juga soal suasana. Banyak penjual sate yang membuka lapaknya di pinggir jalan atau alun-alun kota, sehingga Anda bisa merasakan atmosfer khas kota Malang yang sejuk. Begitu juga dengan penjual gorengan, yang biasanya berjualan di dekat sekolah, kampus, dan area perkantoran.

Suasana sederhana, hangat, dan penuh keramahan pedagang membuat pengalaman menyantap street food di Malang semakin berkesan. Tidak jarang, pembeli saling bercakap santai sambil menunggu pesanan, menciptakan rasa kebersamaan yang jarang ditemui di restoran modern.

Kesimpulan

Street food Malang dengan sate dan gorengan lezat adalah bukti nyata kekayaan kuliner Indonesia yang tidak ada habisnya. Sate menawarkan kelezatan dari daging bakar dengan bumbu khas, sementara gorengan memberikan pilihan camilan gurih dan manis yang cocok dinikmati kapan saja. Harga yang ramah di kantong, cita rasa autentik, dan suasana hangat khas Malang membuat kuliner ini selalu dirindukan oleh siapa saja yang pernah mencobanya.

Bagi Anda yang berkunjung ke Malang, jangan lupa untuk meluangkan waktu menjelajahi street food-nya. Seporsi sate hangat dan beberapa gorengan renyah sudah cukup untuk membuat perut kenyang dan hati bahagia.