Street Food Malang yang Menawarkan Jajanan Tradisional

Table of Contents
Jajananmalang.info - Malang dikenal bukan hanya dengan udara sejuk dan keindahan alamnya, tetapi juga dengan ragam kuliner yang menggoda selera. Salah satu daya tarik utama kota ini adalah street food atau jajanan kaki lima yang mudah ditemui di berbagai sudut kota. Bagi wisatawan maupun warga lokal, street food Malang bukan sekadar makanan, melainkan pengalaman kuliner yang menghadirkan kehangatan dan keakraban. Menariknya, banyak street food Malang yang masih mempertahankan jajanan tradisional, sehingga cita rasa khas tempo dulu bisa tetap dinikmati hingga sekarang.





Keunikan Street Food Malang

Street food di Malang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan kota lain. Meskipun modernisasi kuliner terus berkembang, jajanan tradisional tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Pedagang kaki lima di Malang kerap menghadirkan makanan tradisional dengan sentuhan lokal yang khas. Bukan hanya soal rasa, tapi juga suasana makan di pinggir jalan dengan keramaian khas kota Malang yang menambah pengalaman tak terlupakan.

Jajanan tradisional yang dijajakan biasanya mudah diakses, ramah di kantong, dan tetap terjaga cita rasanya. Inilah yang membuat wisata kuliner street food Malang selalu ramai, baik di siang maupun malam hari.

Aneka Jajanan Tradisional Street Food Malang

1. Cwie Mie Malang

Meski dikenal sebagai hidangan utama, cwie mie juga sering ditemukan di gerobak atau warung kecil. Cwie mie Malang biasanya disajikan dengan taburan ayam cincang, sayuran segar, dan pangsit goreng renyah. Rasanya gurih dan ringan, cocok untuk disantap kapan saja. Banyak penjual street food tetap menjaga keaslian resep turun-temurun sehingga cita rasa tradisionalnya tidak hilang.

2. Bakso Malang

Siapa yang tidak kenal bakso Malang? Jajanan ini sudah mendunia, tetapi menikmati bakso langsung di kota asalnya tentu memberi sensasi berbeda. Pedagang bakso keliling dengan gerobak dorong masih banyak ditemui. Isian bakso bervariasi, mulai dari bakso halus, bakso urat, siomay, hingga tahu isi. Kuahnya gurih dengan taburan bawang goreng, daun bawang, dan sambal pedas yang menggugah selera.

3. Tempe Mendol

Sebagai kota penghasil tempe, Malang punya jajanan tradisional khas bernama tempe mendol. Terbuat dari tempe yang dihaluskan, dicampur bumbu rempah, lalu digoreng hingga kecokelatan. Teksturnya padat dengan rasa gurih dan sedikit pedas. Biasanya dijual di warung nasi pecel atau pedagang gorengan pinggir jalan. Meski sederhana, mendol tetap menjadi primadona bagi pencinta street food tradisional.

4. Angsle

Bagi pecinta kuliner manis, angsle adalah salah satu pilihan street food tradisional Malang. Angsle merupakan minuman hangat berisi kacang hijau, roti tawar, mutiara sagu, tape ketan, dan disiram kuah santan manis. Cocok dinikmati di malam hari saat udara Malang mulai dingin. Pedagang angsle biasanya berjualan di gerobak kecil dengan kursi sederhana, sehingga menghadirkan suasana kuliner tradisional yang khas.

5. Wedang Ronde

Selain angsle, wedang ronde juga sangat populer. Minuman hangat berisi bola-bola ketan dengan isi kacang tanah ini disajikan bersama kuah jahe manis. Rasanya hangat di badan dan memberi sensasi nyaman saat dinikmati. Wedang ronde banyak ditemui di sekitar alun-alun kota atau kawasan kuliner malam. Suasana tradisional semakin terasa karena cara penyajiannya yang masih sederhana dan khas.

6. Cenil dan Lupis

Jajanan pasar seperti cenil dan lupis juga masih bisa ditemui sebagai street food Malang. Cenil terbuat dari tepung kanji dengan tekstur kenyal, diberi taburan kelapa parut dan gula merah cair. Sementara lupis adalah ketan yang dibungkus daun pisang, direbus, lalu dipotong-potong dan diberi gula merah cair. Keduanya menjadi jajanan tradisional manis yang digemari berbagai kalangan.

Lokasi Populer Menikmati Street Food Tradisional Malang

Untuk menikmati street food tradisional di Malang, ada beberapa lokasi yang sangat populer, antara lain:

  • Alun-Alun Malang: Pusat keramaian kota dengan banyak pedagang kaki lima yang menjual jajanan tradisional, mulai dari angsle, ronde, hingga bakso.
  • Kawasan Kayutangan: Jalan legendaris di Malang yang kini juga menjadi pusat kuliner malam, menyajikan beragam street food dengan suasana klasik.
  • Pasar Besar Malang: Di sekitar pasar tradisional, banyak penjual makanan khas Malang yang menawarkan jajanan tempo dulu dengan harga terjangkau.
  • Alun-Alun Batu (sekitar Malang Raya): Jika Anda ingin suasana berbeda, Batu yang berdekatan dengan Malang juga menyajikan berbagai street food tradisional dengan udara sejuk khas pegunungan.

Mengapa Street Food Tradisional Tetap Eksis?

Ada beberapa alasan mengapa jajanan tradisional tetap eksis di tengah gempuran makanan modern:

  1. Harga Terjangkau – Street food tradisional umumnya dijual dengan harga yang ramah di kantong, sehingga bisa dinikmati semua kalangan.
  2. Rasa Autentik – Resep yang digunakan masih mempertahankan cita rasa asli turun-temurun, membuat pelanggan selalu rindu untuk kembali.
  3. Suasana Nostalgia – Banyak orang merasa bernostalgia dengan jajanan tradisional yang mengingatkan pada masa kecil.
  4. Ketersediaan Mudah – Penjual street food tradisional tersebar di banyak sudut kota, dari pinggir jalan hingga area wisata.

Penutup

Street food Malang yang menawarkan jajanan tradisional bukan hanya sekadar kuliner, tetapi juga bagian dari identitas budaya kota. Dari bakso Malang, tempe mendol, hingga angsle yang hangat, semuanya menyimpan cerita dan kenangan bagi siapa pun yang menikmatinya. Jika Anda berkunjung ke Malang, sempatkanlah untuk mencicipi berbagai jajanan tradisional di kaki lima, karena di sanalah cita rasa khas kota ini benar-benar terasa.

Dengan mempertahankan kuliner tradisional, street food Malang bukan hanya mengenyangkan perut, tetapi juga menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah masyarakat modern.