Street Food Malang yang Selalu Jadi Buruan Wisata Kuliner

Keunikan Street Food Malang
Street food Malang memiliki daya tarik tersendiri karena
menghadirkan cita rasa khas yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Banyak
penjual makanan kaki lima yang sudah berjualan puluhan tahun, sehingga rasa dan
kualitasnya tetap terjaga. Selain itu, harganya sangat terjangkau, cocok untuk
mahasiswa, backpacker, maupun wisatawan yang ingin menikmati kuliner tanpa
harus merogoh kocek dalam-dalam.
Hal lain yang membuat street food Malang istimewa adalah
suasana khasnya. Duduk di pinggir jalan sambil menikmati makanan hangat
ditemani udara sejuk malam kota Malang menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.
Ragam Street Food Favorit di Malang
- Cwie
Mie Malang
Cwie mie adalah ikon kuliner Malang yang wajib dicoba. Hidangan ini berupa mie tipis dengan topping ayam cincang berbumbu gurih, sayuran, serta pangsit renyah. Banyak warung cwie mie kaki lima yang buka hingga larut malam, dan selalu ramai pengunjung. - Bakso
Malang
Siapa yang tidak kenal bakso Malang? Kuliner ini bahkan sudah terkenal hingga ke luar kota. Street food bakso biasanya disajikan dengan pilihan beragam seperti bakso halus, bakso urat, siomay, tahu, gorengan, dan kuah kaldu hangat yang nikmat. Menikmati bakso di malam hari adalah pengalaman kuliner khas Malang yang wajib dicoba. - Sate
Kelinci dan Sate Ayam
Di beberapa titik jalanan Malang, Anda bisa dengan mudah menemukan sate kelinci maupun sate ayam. Aromanya yang harum saat dibakar di atas arang membuat siapa pun tergoda untuk mampir. Sate ini biasanya disajikan dengan bumbu kacang khas dan lontong hangat. - Sego
Goreng Mawut
Nasi goreng mawut adalah street food unik khas Jawa Timur, termasuk Malang. Disebut “mawut” karena nasi digoreng bersama mie, sayuran, telur, dan tambahan lauk sesuai selera. Rasanya gurih dan porsinya mengenyangkan, cocok untuk makan malam sebelum kembali berwisata. - Puthu
Lanang
Bagi pecinta jajanan manis, jangan lewatkan Puthu Lanang, salah satu street food legendaris Malang. Terbuat dari tepung beras berisi gula merah dan ditaburi kelapa parut, puthu ini disajikan hangat dan manis. Penjualnya sudah eksis sejak tahun 1935, menjadikannya kuliner jalanan bersejarah di Malang.
Suasana Street Food di Malam Hari
Malam hari adalah waktu terbaik untuk berburu street food di
Malang. Jalanan kota dipenuhi deretan gerobak dan warung kaki lima yang mulai
buka menjelang sore hingga dini hari. Wisatawan dapat menjelajahi area populer
seperti Jalan Ijen, Alun-Alun Malang, hingga sekitar kampus Universitas
Brawijaya, yang selalu ramai dengan jajanan murah meriah.
Suasana ramai, hiruk pikuk pedagang, serta aroma makanan
yang menggoda membuat wisata kuliner malam di Malang terasa begitu hidup. Tidak
jarang, beberapa street food bahkan mengantre panjang karena menjadi favorit
warga lokal maupun wisatawan.
Tips Berburu Street Food di Malang
- Datang
lebih awal jika ingin mencoba jajanan populer, karena beberapa penjual
bisa cepat habis.
- Siapkan
uang tunai kecil, karena sebagian besar penjual belum menggunakan
pembayaran digital.
- Cobalah
makanan lokal legendaris, bukan hanya menu kekinian, agar pengalaman
kuliner lebih autentik.
- Nikmati
suasananya, jangan terburu-buru, karena street food Malang paling pas
dinikmati santai sambil bercengkerama.
Penutup
Street food Malang memang selalu jadi buruan wisata kuliner.
Ragam pilihan makanan, harga yang ramah di kantong, serta suasana khas kota
Malang membuatnya tidak pernah sepi pengunjung. Baik Anda pecinta makanan
gurih, manis, pedas, maupun ringan, semua bisa ditemukan dengan mudah di
jalanan Malang. Jadi, jika berkunjung ke kota ini, jangan lewatkan pengalaman
menikmati kuliner jalanan yang akan meninggalkan kesan mendalam di setiap
gigitan.