Jajanan Malang Dekat Pasar Lama yang Konon Dijaga Penunggu
Suasana Mistis di Tengah Keramaian Pasar Lama
Pasar Lama Malang sendiri merupakan kawasan yang sudah ada
sejak zaman kolonial. Bangunannya sebagian masih mempertahankan arsitektur tua
dengan kayu lapuk, pintu besi tua, dan lorong sempit yang seperti membekukan
waktu. Pada pagi hari, suasananya ramai oleh para pedagang sayur, buah, dan
sembako. Namun menjelang sore, saat kios utama mulai tutup, bermunculanlah para
penjaja jajanan khas yang menggelar lapak di pinggiran pasar.
Banyak warga lokal yang percaya bahwa saat senja turun,
energi gaib di sekitar pasar ini mulai terasa. Konon, ada “penunggu” yang
menjaga keseimbangan antara manusia dan dunia tak kasatmata agar jualan tetap
ramai. Beberapa pedagang bahkan mengaku sering mencium wangi bunga melati
secara tiba-tiba, tanpa ada sumbernya, seolah menjadi pertanda bahwa sang
penunggu sedang berkeliling.
Jajanan Legendaris yang Tak Pernah Sepi
Salah satu jajanan yang paling terkenal di sini adalah cenil
warna-warni yang disajikan di atas daun pisang. Meski bentuknya sederhana,
cenil dari lapak ini konon tak pernah basi meski dibiarkan seharian. Banyak
yang berspekulasi bahwa sang penjual mendapat “bantuan gaib” agar dagangannya
selalu awet dan tidak cepat rusak. Beberapa pengunjung bahkan bersumpah pernah
melihat bayangan sosok perempuan tua berdiri di pojok lapak cenil itu saat
malam mulai turun, lalu menghilang begitu saja.
Selain cenil, ada juga penjual lumpia basah yang konon
selalu habis dalam waktu kurang dari satu jam. Menariknya, penjual ini hampir
tak pernah terlihat menyiapkan bahan dagangan, seolah lumpia-lumpia tersebut
muncul begitu saja setiap hari. Ada cerita dari pengunjung tetap yang pernah
datang lebih awal dan menemukan lapak itu kosong, tetapi saat kembali hanya
sepuluh menit kemudian, tiba-tiba sudah penuh dengan lumpia segar dan pembeli
mengantre panjang. Fenomena ini menambah keyakinan warga bahwa ada “penjaga tak
terlihat” yang membantu kelancaran jualannya.
Ritual Terselubung dari Para Pedagang
Beberapa pedagang jajanan di sekitar Pasar Lama juga
diketahui melakukan ritual kecil sebelum membuka lapak. Misalnya, menabur bunga
tujuh rupa di sekitar gerobak, atau membakar kemenyan tipis-tipis saat pertama
kali menyalakan kompor. Saat ditanya, mereka hanya tersenyum dan menjawab
singkat, “Biar yang jaga ikut senang.”
Ritual semacam ini dipercaya sebagai bentuk penghormatan
kepada makhluk halus yang dipercaya ikut menjaga area pasar. Meski terdengar
menyeramkan, para pedagang meyakini bahwa selama mereka menjaga tata krama,
“penunggu” tersebut justru membawa berkah dan rezeki. Tak heran, beberapa lapak
bisa bertahan puluhan tahun tanpa pernah sepi pembeli, bahkan saat cuaca buruk
atau harga bahan naik.
Daya Tarik bagi Wisatawan Pencari Sensasi
Cerita-cerita mistis ini justru menjadi magnet bagi para
wisatawan, terutama mereka yang menyukai pengalaman kuliner unik. Banyak food
vlogger dan pemburu konten datang ke area Pasar Lama saat malam untuk mencoba
jajanan sekaligus merasakan aura yang disebut-sebut berbeda. Beberapa di
antaranya bahkan merekam fenomena aneh seperti suara langkah kaki di lorong
kosong atau bayangan yang melintas cepat di belakang pedagang.
Bagi sebagian pengunjung, sensasi ini membuat jajanan terasa
lebih istimewa. Makan cenil atau lumpia di tengah suasana pasar tua yang
remang, dengan desiran angin malam dan aroma bunga melati yang muncul
tiba-tiba, menciptakan pengalaman kuliner yang tak bisa ditemukan di tempat
lain. Seolah setiap gigitan membawa cerita lama yang masih hidup di antara
dinding tua pasar.
Pesan Moral di Balik Kisah Mistis
Terlepas dari benar atau tidaknya cerita tentang penunggu,
ada satu hal yang tak bisa dipungkiri: semangat para pedagang jajanan di Pasar
Lama Malang. Mereka bekerja keras setiap hari, menjaga resep turun-temurun, dan
mempertahankan suasana khas yang membuat kawasan ini tetap hidup. Mungkin
“penunggu” yang sebenarnya adalah dedikasi dan cinta mereka terhadap kuliner
lokal, yang membuat makanan sederhana pun terasa luar biasa.
Bagi siapa pun yang berkunjung ke Malang, sempatkanlah
mampir ke kawasan Pasar Lama. Cicipi jajanan legendarisnya, rasakan atmosfer
tuanya, dan siapa tahu—Anda pun bisa merasakan sentuhan halus dari dunia tak
kasatmata yang konon menjaga tempat ini.

