Jajanan Malang yang Dikatakan Tidak Pernah Basi Meski Berhari-hari

Legenda Kuliner Tahan Lama dari Malang
Beberapa pedagang kaki lima di Malang, terutama yang
berjualan di pasar tradisional seperti Pasar Besar dan Pasar Oro-Oro Dowo,
sering menyebut bahwa produk mereka bisa tahan hingga lima hari tanpa
pendingin. Salah satu yang paling sering disebut adalah kue kering
tradisional khas Malang, seperti kue keranjang mini, keripik buah, dan
manisan apel.
Menurut cerita yang beredar, jajanan ini bahkan tetap terasa
renyah meski sudah melewati batas waktu wajar penyimpanan. Beberapa orang
meyakini ada “resep turun-temurun” yang membuat makanan tersebut tidak mudah
berjamur atau mengeluarkan bau asam, bahkan tanpa bantuan pengawet kimia
modern.
Bahan-bahan Ajaib yang Konon Digunakan
Salah satu alasan yang kerap disebut mengapa jajanan ini
tahan lama adalah karena penggunaan bahan-bahan alami yang memiliki sifat
antioksidan dan antimikroba. Misalnya, serbuk kayu manis, cengkeh, jahe
kering, dan gula kelapa yang sering ditambahkan ke adonan.
Rempah-rempah tersebut memang secara ilmiah dikenal mampu
menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur, sehingga memperpanjang umur simpan
makanan. Dalam banyak kasus, makanan tradisional yang dibuat secara perlahan
dengan suhu rendah dan pengeringan alami juga memiliki kadar air sangat
rendah—faktor penting yang menghambat proses pembusukan.
Cara Produksi Tradisional yang Unik
Jajanan tahan lama khas Malang ini juga biasanya dibuat
dengan metode panggang berulang. Adonan dipanggang sebentar,
didinginkan, lalu dipanggang kembali beberapa kali hingga benar-benar kering.
Proses ini bisa memakan waktu berjam-jam, tetapi hasil akhirnya adalah tekstur
yang renyah dan nyaris tidak menyisakan kelembapan di dalam makanan.
Beberapa pengrajin bahkan menyimpannya dalam wadah tanah
liat berlapis daun pisang kering, sebuah metode penyimpanan tradisional
yang konon menciptakan lingkungan alami antilembap. Cara-cara ini membuat
banyak orang percaya bahwa keawetan jajanan tersebut bukan sekadar mitos,
tetapi hasil dari teknik pengolahan yang cermat.
Cerita Mistis yang Menyelimuti
Namun, tak bisa dipungkiri bahwa sebagian masyarakat juga
membumbui fenomena ini dengan cerita-cerita mistis. Ada yang beranggapan
bahwa beberapa pembuat jajanan “tahan basi” ini melakukan ritual tertentu
saat memasak, seperti membakar dupa atau membaca mantra leluhur agar
makanan mereka diberkahi dan tidak cepat rusak.
Beberapa wisatawan bahkan mengaku merasa “aura” yang berbeda
ketika mencicipinya, seolah ada energi yang menjaga makanan tersebut tetap
segar. Tentu saja, klaim ini sulit dibuktikan secara ilmiah, tetapi
cerita-cerita seperti inilah yang membuat jajanan khas Malang semakin menarik
dan penuh misteri.
Uji Coba Wisatawan yang Menjadi Viral
Beberapa tahun terakhir, sempat viral di media sosial
tentang seorang wisatawan yang membeli kue keripik apel Malang dan lupa
memakannya selama seminggu. Saat dibuka, kondisinya masih utuh, renyah, dan
harum seperti baru. Video itu memancing komentar warganet yang berdebat antara
takjub dan curiga. Ada yang mengira makanan itu memakai pengawet berbahaya,
tetapi ada juga yang menilai ini hanyalah bukti dari kualitas bahan lokal
Malang yang sangat baik.
Fakta Ilmiah di Balik Ketahanan Jajanan
Dari sisi ilmiah, sebenarnya tidak mustahil makanan kering
bisa bertahan lama tanpa basi, selama kadar airnya sangat rendah dan dikemas
dengan baik. Mikroorganisme penyebab pembusukan seperti bakteri dan jamur
membutuhkan kelembapan untuk tumbuh. Jadi, jika makanan dikeringkan sempurna
dan disimpan di tempat tertutup, kecil kemungkinan akan basi dalam waktu
singkat.
Jadi, meskipun terdengar luar biasa, fenomena jajanan Malang
yang tidak cepat basi ini kemungkinan besar adalah hasil dari kombinasi
resep tradisional, teknik pengeringan yang teliti, dan penggunaan rempah alami,
bukan karena hal gaib atau pengawet kimia berbahaya.
Penutup: Pesona Unik Jajanan Malang
Cerita tentang jajanan Malang yang dikatakan tidak pernah
basi meski berhari-hari menambah daya tarik kota ini sebagai destinasi kuliner.
Entah Anda percaya atau tidak pada cerita mistis di baliknya, satu hal yang
pasti: rasa dan keunikan jajanan khas Malang memang patut dicoba. Dan
siapa tahu, mungkin Anda sendiri akan mengalami kejutan saat mendapati makanan
yang Anda bawa dari Malang tetap lezat dan renyah meski sudah berhari-hari
tersimpan.