Jajanan Malang yang Katanya Mengikuti Pembelinya Pulang

Table of Contents
Jajananmalang.info - Kota Malang selama ini dikenal sebagai surganya kuliner, terutama jajanan malam yang menggoda selera. Namun, di balik kelezatan itu, terselip cerita unik yang membuat bulu kuduk merinding: beberapa jajanan di Malang konon bisa “mengikuti” pembelinya pulang. Bukan dalam arti fisik, melainkan kehadiran gaib yang konon menempel pada makanan tertentu dan kemudian ikut bersama siapa pun yang membelinya. Cerita ini berkembang dari mulut ke mulut dan menjadi urban legend yang menambah warna mistis dunia kuliner Malang.


Asal Mula Cerita Jajanan Pengikut

Kisah ini konon bermula dari kawasan Alun-Alun Malang pada era tahun 90-an. Seorang pedagang kaki lima yang menjual lupis, cenil, dan klepon di malam hari sering kali dikabarkan berjualan hanya setengah jam, lalu menghilang begitu saja. Para pembeli yang berhasil mencicipi dagangannya mengaku merasakan sensasi aneh setelahnya: terdengar suara-suara berbisik, bayangan yang bergerak cepat di sudut mata, hingga aroma kelapa parut yang muncul tiba-tiba di kamar mereka. Sejak saat itu, masyarakat sekitar menyebut jajanan tersebut sebagai “jajanan pengikut”.

Beberapa tahun kemudian, cerita serupa muncul di daerah Kayutangan. Kali ini, jajanan yang dituduh “mengikuti” pembelinya adalah onde-onde ketan hitam dengan isian kacang hijau. Seorang mahasiswa mengaku membawa pulang dua bungkus onde-onde dari penjual tua yang duduk di bawah pohon beringin. Anehya, ketika sampai di kos, jumlah onde-onde itu tetap utuh seperti tak berkurang meski sudah dimakan. Malam harinya ia mendengar suara ketukan mangkuk dari dapur yang kosong. Cerita ini menyebar luas dan membuat banyak orang penasaran sekaligus takut mencoba.

Ciri-Ciri Jajanan Pengikut Versi Warga Lokal

Warga Malang memiliki sejumlah “ciri khas” yang mereka percayai menandai jajanan pengikut. Meskipun tidak terbukti secara ilmiah, kisah ini terus dilestarikan sebagai bagian dari cerita rakyat setempat. Beberapa ciri tersebut antara lain:

  1. Penjualnya sulit diingat wajahnya. Pembeli hanya ingat dagangannya enak, tetapi lupa rupa penjualnya.
  2. Harga terlalu murah. Jajanan dibanderol sangat murah, seolah tidak masuk akal dibandingkan bahan-bahannya.
  3. Jajanan tidak basi. Makanan tetap segar dan tidak berjamur bahkan setelah disimpan berhari-hari.
  4. Rasa berubah-ubah. Rasanya bisa manis, asin, atau gurih meskipun berasal dari jenis makanan yang sama.
  5. Hilang tanpa jejak. Esok harinya, saat dicari di tempat yang sama, penjualnya tidak pernah terlihat lagi.

Konon, jika seseorang mengalami minimal tiga dari ciri di atas, besar kemungkinan ia telah membeli jajanan pengikut.

Efek Mistis yang Sering Dikisahkan

Beberapa orang mengaku mengalami gangguan kecil setelah memakan jajanan misterius ini. Misalnya, makanan yang terus muncul kembali di meja meskipun sudah dibuang, suara mangkuk beradu tengah malam, atau bau wangi pandan yang tiba-tiba menyeruak. Ada juga yang merasa seolah ada sosok halus duduk diam memperhatikan mereka makan. Namun, kebanyakan gangguan hanya berlangsung beberapa hari lalu hilang sendiri, seolah sang “penunggu” hanya ingin ikut menikmati perjalanan pulang.

Menariknya, tidak ada cerita tentang gangguan yang bersifat berbahaya atau mencelakakan. Justru beberapa orang mengatakan setelah “dikunjungi” oleh penunggu jajanan itu, usaha mereka menjadi lancar dan rezeki meningkat. Karena itu, sebagian warga Malang percaya bahwa sosok di balik jajanan pengikut bukan makhluk jahat, melainkan penjual zaman dulu yang masih menjaga dagangannya.

Cara Menghindari (atau Menikmati) Jajanan Pengikut

Bagi yang penakut, ada beberapa cara tradisional yang diyakini bisa mencegah jajanan pengikut menempel:

  • Membaca doa sebelum membeli dan memakan jajanan.
  • Membagikan jajanan ke orang lain agar “energinya terbagi”.
  • Tidak menyimpan jajanan itu semalaman, harus langsung dihabiskan.
  • Membuang sisa jajanan ke tanah sambil mengucap permisi.

Sebaliknya, ada pula orang yang justru mencari jajanan pengikut karena percaya membawa keberuntungan. Mereka sengaja berkeliling di malam hari di sekitar pasar tua, alun-alun, dan gang-gang kecil, berharap menemukan penjual misterius yang menghilang begitu selesai berjualan.

Warisan Mistis dalam Dunia Kuliner Malang

Terlepas dari benar atau tidaknya kisah ini, cerita tentang jajanan yang mengikuti pembelinya pulang telah menjadi bagian dari identitas budaya Malang. Ia menambahkan lapisan mistis pada kekayaan kuliner kota ini, membuat pengalaman berburu jajanan malam menjadi lebih seru dan penuh teka-teki. Mungkin saja yang benar hanyalah rasa nostalgia, atau bisa juga memang ada sesuatu yang tak kasat mata di balik aroma kelapa dan kacang hijau itu.

Jadi, bila suatu hari kamu berjalan-jalan malam di Malang dan menemukan jajanan yang rasanya luar biasa, tapi keesokan harinya penjualnya tak terlihat lagi—mungkin saja kamu baru saja mencicipi salah satu jajanan Malang yang katanya mengikuti pembelinya pulang.