Street Food Malam Malang dengan Lampu yang Selalu Padam Sendiri
Fenomena ini bukan sekadar cerita mistis kosong. Banyak
pengunjung yang mengaku pernah mengalaminya secara langsung saat tengah
menikmati jajanan malam di beberapa sudut kota. Lampu-lampu yang awalnya terang
benderang tiba-tiba meredup, berkedip-kedip, lalu padam total, seolah ada
tangan tak kasat mata yang dengan iseng mematikannya. Menariknya, begitu lampu
diganti atau dinyalakan ulang, hal yang sama akan terulang lagi setelah
beberapa menit.
Suasana Misterius di Tengah Harum Kuliner
Biasanya, lokasi kejadian berada di deretan warung tenda
yang menjajakan makanan khas Malang seperti bakso bakar, angsle, ronde hangat,
sate kelinci, hingga tahu petis. Warung-warung ini umumnya buka mulai pukul 6
sore hingga tengah malam. Ketika malam semakin larut dan lalu lintas mulai
lengang, suasana pun berubah: hanya ada aroma sedap makanan yang mengepul,
percikan minyak goreng dari wajan, dan suara kompor kecil yang sesekali
meraung. Di saat-saat itulah, lampu-lampu gantung kecil yang menerangi warung
tenda tiba-tiba meredup seperti kehabisan daya, lalu padam begitu saja.
Beberapa pengunjung mengaku merinding ketika hal itu
terjadi. Ada yang mengira kabelnya korslet, ada pula yang menuduh penjaja
makanan sengaja membuat efek agar terlihat unik. Namun para pedagang sendiri
bersumpah bahwa mereka tidak pernah mengatur hal semacam itu, bahkan mereka
mengaku rugi karena harus sering mengganti lampu yang terbakar tanpa sebab
jelas.
Cerita dari Para Pedagang
Salah satu pedagang bakso bakar di Jalan Jakarta, yang sudah
berjualan selama 15 tahun, bercerita bahwa fenomena lampu padam itu pertama
kali terjadi sekitar tujuh tahun lalu. Saat itu, ia baru saja mengganti semua
lampunya dengan model LED baru, namun hanya berselang dua malam, semuanya
tiba-tiba padam serentak saat ada segerombolan pembeli datang. Setelah diganti
ulang, lampu kembali menyala normal, tapi ketika tengah malam menjelang, lampu
kembali meredup pelan seperti kehabisan listrik, lalu mati total.
Anehnya, alat elektronik lain seperti kipas kecil atau
speaker portabel tetap berjalan normal tanpa gangguan. Hanya lampu yang seolah
‘dimainkan’ oleh sesuatu yang tak terlihat. Para pedagang akhirnya terbiasa
menghadapi hal ini dengan menyediakan lilin atau lampu darurat sebagai
cadangan, dan justru menjadikannya sebagai bagian dari keunikan dagangan
mereka. “Kalau lampunya padam, berarti waktunya makan dalam suasana temaram,”
kata salah satu pedagang sambil tertawa.
Daya Tarik Aneh bagi Wisatawan Malam
Fenomena ini secara tidak langsung malah menjadi daya tarik
tersendiri. Banyak wisatawan muda, khususnya pemburu konten media sosial,
sengaja datang ke deretan street food tersebut pada malam hari untuk merasakan
langsung “makan dalam gelap” yang katanya memberikan sensasi berbeda. Mereka
menyalakan kamera ponsel saat lampu mulai berkedip, berharap menangkap momen
padamnya lampu secara tiba-tiba. Beberapa bahkan mengaku melihat bayangan samar
melintas saat lampu redup, walau tidak ada satu pun yang bisa membuktikannya
secara jelas.
Keanehan ini membuat beberapa influencer lokal menyebutnya
sebagai “kuliner malam berhantu” atau “street food temaram Malang”. Akibatnya,
justru semakin banyak pengunjung datang, dan para pedagang pun menikmati
lonjakan penjualan walau mereka tetap harus rutin mengganti lampu yang rusak.
Penjelasan Logis yang Belum Memuaskan
Pihak teknisi listrik sempat mencoba menyelidiki fenomena
ini. Beberapa dugaan teknis muncul, seperti tegangan listrik malam hari yang
tidak stabil, sambungan kabel yang longgar karena lembap udara malam, atau efek
korsleting kecil akibat kabel tua di tiang jalan. Namun, setelah dilakukan
penggantian kabel baru dan pemasangan stabilizer, masalah lampu padam tetap
saja terjadi secara acak. Hal ini membuat masyarakat semakin yakin bahwa ada
“campur tangan” dari sesuatu yang tidak kasat mata.
Beberapa warga tua sekitar bahkan menyebut bahwa lokasi
tersebut dulunya adalah lahan kosong yang pernah menjadi tempat peristirahatan
kuda zaman kolonial, dan konon ada cerita tentang kuda hitam yang suka muncul
di malam hari. Cerita-cerita semacam ini semakin menambah aura misterius bagi
para pengunjung.
Menjadikannya Pengalaman Unik, Bukan Menakutkan
Meski terdengar menyeramkan, kenyataannya suasana ini justru
menciptakan pengalaman kuliner malam yang berbeda dan mengesankan. Banyak
pengunjung mengatakan bahwa makan di tengah cahaya lilin darurat dengan aroma
jajanan hangat di udara dingin Malang menghadirkan kesan romantis yang tak
terlupakan. Sebagian lagi menganggapnya lucu, seperti sedang ikut pertunjukan
dadakan.
Bagi yang ingin mencoba, datanglah sekitar pukul 10 malam,
saat jalanan mulai sepi dan udara Malang semakin dingin. Siapkan jaket tebal,
kamera ponsel, dan tentu saja perut kosong. Jika tiba-tiba lampu padam saat
kamu menyuapkan bakso bakar pertama ke mulut, anggap saja itu bagian dari
pesona misterius street food malam Malang — tempat di mana lampu selalu padam
sendiri, tapi rasa makanannya tetap menyala di ingatan.
