Street Food Malam Malang dengan Lampu yang Selalu Padam Sendiri

Table of Contents
Jajananmalang.info - Kota Malang terkenal sebagai salah satu destinasi wisata kuliner di Jawa Timur yang tak pernah sepi pengunjung. Selain hawa sejuk dan suasana romantis malam hari, Malang juga dikenal memiliki berbagai street food atau jajanan kaki lima yang menggoda lidah. Namun, di balik keramaian itu, ada satu cerita unik yang beredar dari mulut ke mulut di kalangan para penikmat kuliner malam: tentang deretan street food malam Malang yang lampunya selalu padam sendiri.

Fenomena ini bukan sekadar cerita mistis kosong. Banyak pengunjung yang mengaku pernah mengalaminya secara langsung saat tengah menikmati jajanan malam di beberapa sudut kota. Lampu-lampu yang awalnya terang benderang tiba-tiba meredup, berkedip-kedip, lalu padam total, seolah ada tangan tak kasat mata yang dengan iseng mematikannya. Menariknya, begitu lampu diganti atau dinyalakan ulang, hal yang sama akan terulang lagi setelah beberapa menit.



Suasana Misterius di Tengah Harum Kuliner

Biasanya, lokasi kejadian berada di deretan warung tenda yang menjajakan makanan khas Malang seperti bakso bakar, angsle, ronde hangat, sate kelinci, hingga tahu petis. Warung-warung ini umumnya buka mulai pukul 6 sore hingga tengah malam. Ketika malam semakin larut dan lalu lintas mulai lengang, suasana pun berubah: hanya ada aroma sedap makanan yang mengepul, percikan minyak goreng dari wajan, dan suara kompor kecil yang sesekali meraung. Di saat-saat itulah, lampu-lampu gantung kecil yang menerangi warung tenda tiba-tiba meredup seperti kehabisan daya, lalu padam begitu saja.

Beberapa pengunjung mengaku merinding ketika hal itu terjadi. Ada yang mengira kabelnya korslet, ada pula yang menuduh penjaja makanan sengaja membuat efek agar terlihat unik. Namun para pedagang sendiri bersumpah bahwa mereka tidak pernah mengatur hal semacam itu, bahkan mereka mengaku rugi karena harus sering mengganti lampu yang terbakar tanpa sebab jelas.

Cerita dari Para Pedagang

Salah satu pedagang bakso bakar di Jalan Jakarta, yang sudah berjualan selama 15 tahun, bercerita bahwa fenomena lampu padam itu pertama kali terjadi sekitar tujuh tahun lalu. Saat itu, ia baru saja mengganti semua lampunya dengan model LED baru, namun hanya berselang dua malam, semuanya tiba-tiba padam serentak saat ada segerombolan pembeli datang. Setelah diganti ulang, lampu kembali menyala normal, tapi ketika tengah malam menjelang, lampu kembali meredup pelan seperti kehabisan listrik, lalu mati total.

Anehnya, alat elektronik lain seperti kipas kecil atau speaker portabel tetap berjalan normal tanpa gangguan. Hanya lampu yang seolah ‘dimainkan’ oleh sesuatu yang tak terlihat. Para pedagang akhirnya terbiasa menghadapi hal ini dengan menyediakan lilin atau lampu darurat sebagai cadangan, dan justru menjadikannya sebagai bagian dari keunikan dagangan mereka. “Kalau lampunya padam, berarti waktunya makan dalam suasana temaram,” kata salah satu pedagang sambil tertawa.

Daya Tarik Aneh bagi Wisatawan Malam

Fenomena ini secara tidak langsung malah menjadi daya tarik tersendiri. Banyak wisatawan muda, khususnya pemburu konten media sosial, sengaja datang ke deretan street food tersebut pada malam hari untuk merasakan langsung “makan dalam gelap” yang katanya memberikan sensasi berbeda. Mereka menyalakan kamera ponsel saat lampu mulai berkedip, berharap menangkap momen padamnya lampu secara tiba-tiba. Beberapa bahkan mengaku melihat bayangan samar melintas saat lampu redup, walau tidak ada satu pun yang bisa membuktikannya secara jelas.

Keanehan ini membuat beberapa influencer lokal menyebutnya sebagai “kuliner malam berhantu” atau “street food temaram Malang”. Akibatnya, justru semakin banyak pengunjung datang, dan para pedagang pun menikmati lonjakan penjualan walau mereka tetap harus rutin mengganti lampu yang rusak.

Penjelasan Logis yang Belum Memuaskan

Pihak teknisi listrik sempat mencoba menyelidiki fenomena ini. Beberapa dugaan teknis muncul, seperti tegangan listrik malam hari yang tidak stabil, sambungan kabel yang longgar karena lembap udara malam, atau efek korsleting kecil akibat kabel tua di tiang jalan. Namun, setelah dilakukan penggantian kabel baru dan pemasangan stabilizer, masalah lampu padam tetap saja terjadi secara acak. Hal ini membuat masyarakat semakin yakin bahwa ada “campur tangan” dari sesuatu yang tidak kasat mata.

Beberapa warga tua sekitar bahkan menyebut bahwa lokasi tersebut dulunya adalah lahan kosong yang pernah menjadi tempat peristirahatan kuda zaman kolonial, dan konon ada cerita tentang kuda hitam yang suka muncul di malam hari. Cerita-cerita semacam ini semakin menambah aura misterius bagi para pengunjung.

Menjadikannya Pengalaman Unik, Bukan Menakutkan

Meski terdengar menyeramkan, kenyataannya suasana ini justru menciptakan pengalaman kuliner malam yang berbeda dan mengesankan. Banyak pengunjung mengatakan bahwa makan di tengah cahaya lilin darurat dengan aroma jajanan hangat di udara dingin Malang menghadirkan kesan romantis yang tak terlupakan. Sebagian lagi menganggapnya lucu, seperti sedang ikut pertunjukan dadakan.

Bagi yang ingin mencoba, datanglah sekitar pukul 10 malam, saat jalanan mulai sepi dan udara Malang semakin dingin. Siapkan jaket tebal, kamera ponsel, dan tentu saja perut kosong. Jika tiba-tiba lampu padam saat kamu menyuapkan bakso bakar pertama ke mulut, anggap saja itu bagian dari pesona misterius street food malam Malang — tempat di mana lampu selalu padam sendiri, tapi rasa makanannya tetap menyala di ingatan.