Street Food Malang Favorit Mahasiswa dan Anak Muda

Salah satu street food yang paling digemari adalah bakso
Malang. Bakso di kota ini terkenal karena kenyalnya daging yang dipadukan
dengan kuah gurih serta pelengkap seperti tahu, siomay, dan pangsit. Mahasiswa
kerap menjadikan bakso sebagai pilihan saat mencari makanan murah meriah namun
tetap mengenyangkan. Tempat-tempat seperti Bakso President atau Bakso
Bakar Pak Man selalu ramai oleh pengunjung dari berbagai kalangan, terutama
mahasiswa yang mencari rasa autentik dengan harga terjangkau.
Selain bakso, cwie mie juga menjadi primadona street
food Malang. Cwie mie adalah mie ayam khas Malang yang berbeda dari mie ayam
biasa karena toppingnya berupa suwiran ayam bumbu spesial dan taburan bawang
goreng yang harum. Warung cwie mie legendaris seperti Cwie Mie 7 dan Cwie
Mie Tugu sering menjadi tempat nongkrong favorit anak muda. Harganya yang
bersahabat membuat cwie mie menjadi menu pilihan ketika perut lapar di tengah
aktivitas kuliah atau bekerja.
Tidak kalah populer adalah tahu campur dan tahu
petis, yang menawarkan cita rasa unik perpaduan tahu goreng, sayuran segar,
lontong, dan saus petis yang khas. Tahu campur kerap ditemui di area ramai
seperti Alun-Alun Malang dan sekitar stasiun, menjadi alternatif makanan ringan
yang tetap mengenyangkan. Banyak mahasiswa yang menjadikan tahu campur sebagai
sarapan praktis atau makan malam cepat setelah aktivitas kampus.
Tren street food Malang juga selalu berkembang, terutama
dengan hadirnya minuman kekinian seperti kopi susu, boba, dan es kopi
dalgona yang sering dijual di kaki lima atau gerai kecil dekat kampus. Tempat
seperti Kopi Kulo atau Warkop Nostalgia menawarkan menu yang
tidak hanya enak tapi juga estetis untuk media sosial. Bagi anak muda, berburu
minuman hits menjadi bagian dari gaya hidup, sekaligus kesempatan untuk
berkumpul dan bersosialisasi.
Selain itu, gorengan dan jajanan pasar tetap menjadi
favorit. Tempe mendoan, pisang goreng, cireng, dan risoles selalu laris karena
harganya murah dan mudah dijadikan teman ngobrol di sore hari. Banyak gerobak
gorengan yang buka hingga malam, sehingga menjadi pilihan tepat untuk mahasiswa
yang pulang larut dari kampus atau tempat kerja paruh waktu.
Yang menarik, street food di Malang tidak hanya soal rasa,
tapi juga soal pengalaman. Banyak anak muda yang berburu kuliner sambil
menikmati suasana kota, berbincang dengan teman, atau sekadar mengabadikan
momen di media sosial. Fenomena ini menunjukkan bahwa street food bukan hanya
konsumsi makanan, tapi juga bagian dari budaya urban dan identitas sosial anak
muda Malang.
Secara keseluruhan, street food Malang menjadi magnet bagi
mahasiswa dan anak muda karena kombinasi rasa, harga, dan pengalaman. Dari
bakso, cwie mie, tahu campur, hingga jajanan ringan dan minuman kekinian, semua
menghadirkan kenikmatan tersendiri yang sulit ditolak. Kota ini membuktikan
bahwa kuliner jalanan bisa menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari,
tempat berkumpul, dan bahkan sarana eksplorasi rasa yang seru.
Bagi siapa saja yang datang ke Malang, tidak lengkap rasanya
tanpa mencicipi street food favorit anak muda ini. Tidak hanya memuaskan perut,
tapi juga memberi pengalaman budaya yang hangat dan menyenangkan, menjadikan
kuliner jalanan Malang sebagai salah satu daya tarik kota yang tak lekang oleh
waktu.