Street Food Malang Favorit Anak Muda di Malam Hari
1. Bakso Bakar, Ikon Street Food Malang
Kalau berbicara tentang kuliner khas Malang, tentu tidak
bisa lepas dari bakso. Namun, di malam hari, anak muda lebih suka mencari
sensasi berbeda yaitu bakso bakar. Bakso yang dibakar dengan bumbu kecap
manis, pedas, dan gurih ini punya rasa unik yang bikin ketagihan.
Di sekitar Jalan Pahlawan Trip atau kawasan Ijen, banyak
pedagang bakso bakar yang selalu dipenuhi anak muda. Dengan harga terjangkau
mulai Rp10.000–Rp20.000 per porsi, menu ini cocok banget untuk teman nongkrong
sambil menikmati udara malam khas Malang.
2. Angsle dan Ronde, Hangat di Malam Dingin
Kota Malang dikenal dengan hawanya yang dingin di malam
hari, sehingga jajanan hangat seperti wedang ronde dan angsle
menjadi favorit. Wedang ronde berisi bola-bola ketan dengan kuah jahe hangat,
sementara angsle lebih mirip bubur manis dengan campuran roti tawar, kacang
hijau, ketan hitam, dan kuah jahe.
Keduanya sangat cocok dinikmati bersama teman-teman sambil
ngobrol santai di trotoar. Salah satu lokasi terkenal untuk menikmati ronde dan
angsle adalah di sekitar Alun-Alun Malang dan kawasan Kayutangan.
3. Tahu Campur dan Tahu Telor
Selain makanan ringan, ada juga street food khas Jawa Timur
yang selalu jadi favorit yaitu tahu campur dan tahu telor. Dengan
isian tahu goreng, sayuran, taoge, hingga bumbu kacang gurih, menu ini bisa
mengenyangkan perut tanpa bikin kantong jebol.
Biasanya, anak muda Malang menyantap tahu campur sambil
nongkrong di warung tenda yang buka hingga larut malam. Rasa gurih, manis, dan
sedikit pedas membuat menu ini sulit dilupakan.
4. Sate Cak Mat
Bagi pecinta sate, Malang juga punya street food legendaris
seperti Sate Cak Mat. Menu sate ayam dan kambingnya sudah terkenal di
kalangan mahasiswa hingga wisatawan. Disajikan dengan bumbu kacang dan lontong,
sate ini jadi pilihan favorit untuk makan malam sekaligus nongkrong. Lokasinya
yang strategis di sekitar kampus membuat tempat ini selalu ramai oleh anak
muda.
5. Pentol Malang
Siapa yang tidak kenal dengan pentol? Jajanan khas Malang
ini mirip dengan bakso, namun biasanya disajikan dengan saus pedas, kecap, dan
sambal kacang. Banyak gerobak penjual pentol keliling yang mangkal di spot
nongkrong anak muda, seperti kawasan kampus UB dan UM.
Harganya sangat terjangkau, mulai dari Rp5.000 saja, sudah
bisa menikmati seporsi pentol pedas gurih. Tidak heran jika pentol jadi street
food wajib untuk mahasiswa dan pelajar di Malang.
6. Cwie Mie Malang
Selain bakso, Malang juga punya menu khas berupa cwie mie.
Street food ini berupa mie dengan topping ayam cincang, sayuran, dan pangsit
yang menggugah selera. Banyak kedai cwie mie yang buka hingga malam hari,
sehingga jadi destinasi kuliner anak muda setelah nongkrong atau jalan-jalan.
Cwie mie biasanya disajikan dengan kuah kaldu hangat, cocok
banget disantap di malam hari yang dingin.
7. Jagung Bakar di Alun-Alun
Bagi anak muda yang suka camilan ringan, jagung bakar di
Alun-Alun Kota Malang selalu jadi pilihan. Ada berbagai rasa mulai dari manis,
pedas, hingga asin gurih. Sambil duduk santai menikmati suasana malam kota,
jagung bakar jadi street food sederhana namun selalu istimewa.
8. Sego Kucing Angkringan
Tidak hanya di Yogyakarta, Malang juga punya banyak angkringan
yang menjual sego kucing, sate-satean, dan wedang hangat. Anak muda biasanya
memilih angkringan untuk nongkrong murah meriah sambil menikmati makanan ringan
khas Jawa.
Lokasinya pun mudah ditemukan, terutama di sekitar stasiun
dan kampus.
Tips Menikmati Street Food Malang di Malam Hari
Agar pengalaman kuliner malam semakin seru, ada beberapa
tips yang bisa dilakukan:
- Datang
lebih awal, karena beberapa street food populer sering antre panjang.
- Bawa
uang tunai kecil, karena banyak pedagang kaki lima belum menerima
pembayaran digital.
- Jaga
kebersihan, pilih tempat yang ramai dan terlihat higienis.
- Ajak
teman, karena street food Malang semakin nikmat jika dinikmati
bersama.
Penutup
Street food Malang memang selalu berhasil mencuri hati anak
muda. Mulai dari bakso bakar, angsle, tahu campur, hingga jagung bakar,
semuanya menawarkan rasa khas dengan harga yang ramah di kantong. Selain
mengenyangkan, suasana malam kota Malang yang sejuk membuat pengalaman kuliner
ini semakin berkesan. Jadi, jika Anda berkunjung ke Malang, jangan lewatkan
kesempatan untuk mencicipi street food favorit anak muda di malam hari.


