Street Food Malang Legendaris yang Selalu Ramai Pembeli
Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa street food Malang legendaris yang tidak pernah sepi pengunjung dan wajib Anda coba saat berkunjung ke kota ini.
1. Bakso Malang
Siapa yang tidak kenal dengan bakso Malang? Hidangan bola
daging kenyal dengan kuah gurih ini sudah terkenal ke seluruh penjuru
Indonesia. Di Malang sendiri, ada banyak penjual bakso legendaris seperti Bakso
Presiden, yang berdiri sejak tahun 1977. Keunikan dari Bakso Presiden
adalah lokasinya yang berada tepat di samping rel kereta api sehingga
pengunjung bisa merasakan sensasi makan sambil melihat kereta lewat.
Selain itu, ada juga bakso bakar yang menjadi ciri khas
Malang. Bakso ini dibakar dengan bumbu kecap dan sambal, memberikan rasa manis
pedas gurih yang membuat ketagihan. Tak heran, setiap hari selalu dipadati
pembeli, baik warga lokal maupun wisatawan.
2. Cwie Mie Malang
Cwie mie adalah sajian mi tipis khas Malang yang disajikan
dengan taburan ayam cincang, sayuran, dan kuah gurih. Salah satu tempat cwie
mie legendaris adalah Cwie Mie Gloria yang sudah berdiri sejak 1970-an.
Rasa gurih kuah kaldu ayam, kelembutan mi buatan sendiri,
dan topping ayam cincang yang sederhana namun lezat membuat cwie mie ini selalu
jadi favorit. Meski banyak restoran modern yang menjual mi, cwie mie legendaris
tetap dicari karena rasa klasiknya yang tidak berubah sejak dulu.
3. Tahu Telor Lontong
Street food legendaris berikutnya adalah tahu telor lontong.
Hidangan ini terdiri dari tahu goreng, telur dadar, lontong, tauge, serta
siraman bumbu kacang kental yang gurih dan manis. Salah satu penjual legendaris
adalah Tahu Telor Bareng yang sudah berdiri puluhan tahun di kawasan
Alun-Alun Malang.
Kelezatan bumbu kacangnya yang khas serta porsinya yang
mengenyangkan membuat tahu telor selalu jadi incaran, terutama saat malam hari.
Tidak heran jika setiap malam, gerobak tahu telor ini selalu dikerubungi
pembeli yang rela antre panjang.
4. Sate Gajahan
Malang juga punya sate unik bernama sate gajahan. Sate ini
bukan berasal dari daging gajah, melainkan daging ayam atau sapi yang dipotong
besar-besar, sehingga ukurannya lebih besar dibanding sate biasa. Penjual sate
gajahan legendaris di Malang berada di daerah sekitar Pasar Besar.
Dengan bumbu kacang khas Jawa Timur yang kental dan sedikit pedas, sate gajahan selalu berhasil menggoda selera. Banyak orang sengaja datang ke lokasi meskipun harus antre lama, karena rasanya memang tidak tergantikan.
5. Angsle dan Ronde
Ketika malam tiba di Malang yang dingin, street food hangat
seperti angsle dan ronde selalu jadi primadona. Angsle adalah minuman hangat
berisi kacang hijau, roti tawar, mutiara, kacang tanah, dan kuah jahe manis.
Sementara ronde berisi bola-bola ketan isi kacang yang disajikan dengan kuah
jahe hangat.
Penjual angsle dan ronde legendaris bisa ditemui di sekitar
Alun-Alun Tugu dan Kayutangan. Sejak puluhan tahun lalu, sajian ini selalu
ramai pembeli, terutama pada malam hari. Kehangatan kuah jahe berpadu dengan
suasana malam Malang membuat angsle dan ronde menjadi street food yang tak
pernah lekang oleh waktu.
6. Rawon Nguling
Rawon memang identik dengan Surabaya, tetapi Malang juga
memiliki tempat legendaris yang menyajikan rawon, yaitu Rawon Nguling.
Warung makan ini sudah ada sejak tahun 1940-an dan hingga kini selalu dipadati
pembeli.
Kuah rawon yang pekat dengan kluwek, daging sapi yang empuk,
serta sambal dan tauge sebagai pelengkap membuat sajian ini istimewa. Banyak
wisatawan yang datang ke Malang merasa belum lengkap jika belum mencicipi rawon
legendaris ini.
7. Soto Ayam Lombok Malang
Soto ayam Lombok juga termasuk street food legendaris yang
populer di Malang. Berdiri sejak 1955, soto ini sudah melegenda dengan ciri
khas kuah kuning gurih, suwiran ayam, telur rebus, kentang, serta koya yang
menambah rasa nikmat.
Setiap hari, Soto Ayam Lombok tidak pernah sepi pengunjung.
Bahkan banyak wisatawan yang menjadikannya destinasi kuliner wajib ketika
mampir ke Malang.
Street food legendaris di Malang bukan hanya sekadar
makanan, tetapi juga bagian dari sejarah dan budaya kuliner kota ini. Cita rasa
yang konsisten, resep turun-temurun, serta suasana khas membuatnya tetap
bertahan dan dicintai hingga sekarang.
Jika Anda berkunjung ke Malang, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi street food legendaris ini. Selain memanjakan lidah, Anda juga akan merasakan pengalaman kuliner yang otentik dan penuh cerita.


